Identifikasi Potensi Akumulasi Air Menggunakan Topographic Wetness Index sebagai Informasi Pendukung Mitigasi Longsor di Desa Peron, Kendal
Abstract
Keberadaan air yang terakumulasi pada lereng merupakan salah satu faktor yang dapat
menurunkan kestabilan tanah dan meningkatkan potensi terjadinya longsor. Desa Peron,
Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal merupakan wilayah perbukitan yang memiliki
riwayat kejadian longsor, namun informasi mengenai indikasi potensi akumulasi air
berdasarkan karakteristik topografi di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
menganalisis distribusi spasial indikasi potensi akumulasi air menggunakan pendekatan
Topographic Wetness Index (TWI) berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai informasi
awal dalam mendukung mitigasi longsor. Data yang digunakan berupa Digital Elevation
Model Nasional (DEMNAS) yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8 melalui tahapan
perhitungan kemiringan lereng, arah aliran, akumulasi aliran, dan nilai TWI. Hasil analisis
menunjukkan bahwa nilai TWI di Desa Peron berada pada rentang -0,09975 hingga 20,7743
dengan enam kelas kelembapan topografis. Wilayah dengan nilai TWI tinggi menunjukkan
indikasi kecenderungan akumulasi air yang lebih besar berdasarkan kondisi topografi,
sedangkan nilai TWI rendah menunjukkan kecenderungan drainase yang lebih baik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa TWI dapat memberikan indikasi spasial mengenai
kecenderungan potensi akumulasi air, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasi
pendukung dalam mitigasi longsor. Hasil ini tidak menunjukkan kondisi akumulasi air aktual,
sehingga diperlukan validasi lapangan dan integrasi dengan faktor pengontrol longsor lainnya
untuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.