Apakah Validitas Desain Berimplikasi Pada Kepraktisan Dan Keefektifan? Bukti Dari Model Pembelajaran Berorientasi ESD dalam Pendidikan IPA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi validitas desain terhadap kepraktisan dan
keefektifan model pembelajaran IPA yang berorientasi pada Education for Sustainable Development
(ESD). Menggunakan pendekatan design and development research (DDR) dengan desain metode
campuran (mixed methods), penelitian ini mengevaluasi kualitas model melalui validasi ahli, analisis
implementasi, dan penilaian dampak. Hasil validasi mengkategorikan validitas desain sebagai "Sangat
Tinggi", memberikan landasan yang kuat untuk sintaks instruksionalnya. Analisis kepraktisan
mengungkapkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran, aktivitas guru dan siswa, serta respon guru
seluruhnya berada dalam kategori "Sangat Baik", yang mengindikasikan tingginya keterterimaan dan
kemudahan adopsi dalam setting kelas nyata. Lebih lanjut, keefektifan model dibuktikan oleh
peningkatan signifikan pada skor literasi lingkungan siswa (p < 0,05), dengan perolehan N-gain
berkategori sedang-ke-tinggi dan ukuran efek (effect size) yang besar (Cohen’s d = 0,91). Analisis
fenomenologis melengkapi temuan kuantitatif ini dengan mengungkap adanya "transisi epistemologis"
yang mendalam pada diri siswa, yang mewujud dalam transformasi pemahaman ekologis, peningkatan
kesadaran lingkungan, penguatan kapasitas reflektif, serta perbaikan keterampilan pengambilan
keputusan yang berkelanjutan. Integrasi dari temuan-temuan ini menunjukkan bahwa meskipun validitas
desain tidak secara langsung menjamin keefektifan pembelajaran, validitas berfungsi sebagai katalis
penting melalui mediasi implementasi yang praktis dan partisipatif. Pada akhirnya, penelitian ini
memperkuat keterkaitan konseptual antara validitas, kepraktisan, dan keefektifan dalam lanskap
penelitian pengembangan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.