HUBUNGAN POLA ASUH DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BADUTA DI PUSKESMAS KEJAJAR I KABUPATEN WONOSOBO

Authors

  • Erna Widyastuti Universitas Negeri Semarang, Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Haryanti Haryanti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Sri Wahyuni Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Mahalul Azam Universitas Negeri Semarang
  • Ari Yuniastuti Universitas Negeri Semarang
  • Widya Hary Cahyati Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Pola Asuh, Riwayat Penyakit Infeksi, Status Gizi Baduta

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdasarkan hasil dari rembug stunting pemerintah kabupaten Wonosobo faktor penyebab stunting yaitu penyakit infeksi, pola asuh yang kurang baik, asupan gizi kurang, ekonomi, infrastruktur dan pengetahuan serta pendidikan ibu yang rendah. Kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas dari bulan Januari – Juni 2024,puskesmas Kejajar I menempati urutan kedua kejadian stunting yaitu 34,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dan pola asuh dengan status gizi (TB/U) Baduta (Bawah Dua Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Kejajar I Wonosobo. Metode:Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu Baduta berjumlah 149 orang dan jumlah sampel sebanyak 60 ibu baduta.Instrumen penelitian berupa kuesioner. Dan analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil:Ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi (p value=0,000) dan pola asuh (p value=0,000) dengan status gizi (TB/U) Baduta. Simpulan:bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi pada anak dan pola asuh oleh orang tua dengan status gizi Baduta (TB/U).Disarankan agar ibu Baduta rajin dalam mengikuti kelas Ibu Balita.

Downloads

Published

2025-11-07

Issue

Section

Articles