ANALISIS RISIKO GANGGUAN FUNGSI PARU AKIBAT PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG
Keywords:
Pestisida, Fungsi Paru, Petani Hortikultura, Ngablak-MagelangAbstract
Paparan pestisida bagi petani hortikultura tetap menjadi isu kesehatan lingkungan yang serius di daerah pertanian pegunungan seperti Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko gangguan fungsi paru-paru sebagai akibat dari paparan pestisida dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lama waktu kerja, masa kerja, frekuensi penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta jenis dan dosis pestisida yang diterapkan. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan para petani penyemprot sayuran di Desa Sumber Rejo. Pengukuran fungsi paru dilaksanakan menggunakan spirometri, sementara data mengenai paparan pestisida dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menderita gangguan fungsi paru (obstruktif, restriktif, atau campuran). Faktor-faktor yang menunjukkan hubungan signifikan dengan gangguan fungsi paru adalah masa kerja (p < 0,05), frekuensi penyemprotan (p < 0,05), dan ketidaklengkapan penggunaan APD (p < 0,05). Semakin lama seseorang bekerja dan semakin tinggi frekuensi penyemprotan yang dilakukan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya gangguan fungsi paru. Kesimpulannya, paparan pestisida memiliki risiko tinggi terhadap penurunan fungsi paru petani sayuran, terutama bagi mereka yang tidak secara konsisten menggunakan APD yang lengkap. Langkah-langkah pencegahan seperti penyuluhan, pengawasan terhadap penggunaan pestisida, dan peningkatan kepatuhan penggunaan APD perlu ditingkatkan untuk melindungi kesehatan para petani.